Wisuda Sarjana XX, STTK Sintang menamatkan 23 orang Sarjana baru

oleh

Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa (STTK) Sintang menggelar Wisuda ke-XX  di Aula Gedung Aula STTK Jalan Sintang-Pontianak, KM. 16 Desa Sungai Ukoi Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Rabu (05/08/2020).

Kegiatan wisuda tersebut dihadiri Wakil Bupati Sintang Askiman, para gembala dan tamu undangan lainnya.

Dalam wisuda kali ini, STTK Sintang mencetak 23 orang sarjana baru yang terdiri dari dua program studi (prodi) yakni prodi Teologi dan prodi Pendidikan Agama Kristen.

Wisuda STTK Sintang
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang
Wisuda STTK Sintang
Mahasiswa Jurusan Teologi Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang

“Hari ini STTK Sintang mewisuda 23 orang lulusan, terdiri dari 5 orang sarjana Theologi Kependetaan dan 18 orang sarjana Pendidikan Agama Kristen. Sarjana baru ini tentu menambah jumlah alumni STTK Sintang,” ujar Ketua STTK Sintang, Karnodin.

Dikatakannya STTK melakukan penjaminan mutu baik internal dan eksternal. Dua prodi yang ada sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sehingga STTK dapat menyelenggarakan ujian sendiri dan berwenang memberikan gelar sarjana kepada lulusan yakni, S.Th dan S.Pd.

Karnodin, M.Th. (Ketua STTK Sintang)
Karnodin, M.Th. (Ketua STTK Sintang) saat menyampaikan sambutannya

Lebih lanjut kata dia, STTK Sintang terus berjuang menghasilkan SDM yang unggul yang dapat melayani secara holistik sesuai kebutuhan di era sekarang ini.

“Gereja sekarang ini sangat membutuhkan pelayan Tuhan yang dapat bekerja secara profesional dan mengikuti perkembangan dunia namun tetap mengikuti kebenaran Firman Tuhan. Kita juga harapkan para lulusan ini dapat beradaptasi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di kehidupan bermasyarakat, Sesuai dengan tema wisuda tahun ini yakni ‘Menjadi pelayan Tuhan yang hidup di Era New Normal’,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Cahaya Sintang Herry Kiswanto mengatakan kegiatan wisuda hari ini merupakan momen yang sangat dinantikan oleh para wisudawan/ wisudawati yang telah berhasil menempuh pendidikan di bangku kuliah kurang lebih 4 hingga 5 tahun lamanya.

Menurut Herry tahapan wisuda bukanlah babak akhir dari pendidikan melainkan babak baru untuk pendidikan berikutnya.

“Ini adalah langkah awal bagi saudara saudari menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Gelar yang anda dapatkan tersebut juga disertai dengan tugas dan tanggungjawab yang harus direalisasikan dilingkungan masyarakat,” pintanya.

Wisuda STTK Sintang
Ketua Yayasan Cahaya Sintang, Herry Kiswanto, M.Th., saat menyampaikan sambutan.

Kadang kala lanjut Herry terori yang dipelajari saat pendidikan  tidak selalu sama praktenya di apangan.

“Maka anda sekalian dituntut untuk mawas diri agar menjadi sarjana yang bertanggung jawab dengan yang telah dipelajari dan yang dibebankan kepada saudara saat ini
“pintanya.

Herry juga meminta para wisudawan dan wisudawati yang baru menyandang gelar sarjana tersebut menjaga nama baik almamater STTK di lingkungan masyarakat.

“Kalian harus mampu menjaga dan pelihara nama baik almamater STTK Sintang. Kalian adalah cermi almamater STTK. Cara orang lain melihat anda adalah cara orang melihat STTK. Tunjukkan sikap yang positif, laksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik,” pesannya.

Para alumni baru ini juga diminta menjaga citra gelar baik Sarjana Kependetaan maupun Sarjana Pendidikan Agama Kristen. Herry mengingatkan gelar bukan hanya semata-mata sebagai gelar yang lazim didapatkan mahasiswa-mahasiswi usai menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi atau Sekolah Tinggi.

“Gelar yang kalian dapat adalah pemberian Tuhan. Tidak hanya harus dipelihara dan dijaga di mata manusia, namun juga di mata Tuhan,” pesannya.

Herry berharap para wisudawan dan wisudawati menjadi pribadi yang bertanggung jawab kepada jemaat dan Tuhan. Wisudawan dan wisudawati harus memberi pembinaan dan pelayanan yang baik dan benar.

“Kalian adalah pemegang tombak dalam memberikan pembinaan dan pelayanan Tuhan serta jemaat,” tukasnya.

Wakil Bupati Sintang, Askiman menyatakan sangat menyambut baik kegiatan Wisuda STTK Sintang.  Dia juga memuji kepatuhan protokol kesehatan yang dilaksanakan.

“Meski pandemi covid-19 sekarang ini belum berakhir, STTK Sintang dapat melaksanakan kegiatan wisuda dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. semua protokol kesehatan saya lihat sudah sangat baik,” ujar Askiman.

Pada kesempatan itu, Askiman juga mengucapkan selamat kepada wisudawan/ wisudawati yang telah berhasil menuntaskan pendidikan di STTK Sintang.

“hari ini kalian sudah menjadi seorang sarjana yang luar biasa,” ucap Askiman.

Askiman juga memuji peran para orang tua dalam mendukung perjuangan anak anaknya.

“Saya lihat orang tua sangat luar biasa memberikan suatu kepercayaan kepada anak-anaknya melanjutkan program dan cita cita-cita yang asalnya mereka adalah menurut panggilan Tuhan,” ujar Askiman.

Dikatakan Askiman, STTK Sintang memberikan beban tugas dan tanggung jawab sesuai dengan prinsip dasar STTK yakni mengajar, Memberitakan dan Menyuluh (maksudnya menyuluh = Menyembuhkan, Red.).

Wisuda Sekolah Tinggi Teologi Khatulistiwa Sintang
Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM., memberikan sambutan

“Jadi ada 3M,  pertama kita mempersiapkan diri untuk mengajar. Kedua mempersiapkan diri untuk memberitakan dan yang ketiga kita mempersiapkan diri untuk menjadi seorang penyuluh,” paparnya.

Maka dari itu, Askiman mengingatkan kepada sarjana baru agar tidak sekedar bangga dengan gelar pendidikan. Sarjana baru tersebut diharapkan  mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dilingkungan masyarakat.

“karena kita sudah dipanggil oleh Tuhan untuk siap mengabdi dan menjadi pelayannya,” ujar Askiman.

Askiman juga berpesan kepada lulusan baru agar dapat melaksanakan tugas penjangkauan hingga ke daerah pedalaman.

“tugas kita adalah  mengajar dan menyebar kan pemberitaan Injil sampai ke pelosok negeri. Jadi jangan berpikir tugas kita selalu di kota atau ditempat yang nyaman,” pesannya.

Tak hanya itu, lanjut Askiman, dalam melakukan tugas pemuridtan juga bukan hanya di dunia kampus atau sekolah tetapi dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun juga.

“Dimana pun anda berada anda dapat melakukan tugas pemuridtan. Berikan pemahaman theologia yang sungguh luar biasa, jadilah kalian sebagai penyala api Roh Kudus sampai ke pelosok negeri,” pintanya. (Ry)

Sumber: MEDIA KAPUAS RAYA