SINTANG,KN—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupten Sintang, Liem Hie Soen merasa prihatin dengan banyaknya kasus Deman Berdarah Dengoe (DBD) yang menyerang warga Sintang, Kalimantan Barat.
Legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menilai kepedulian masyarakat terhadap kebersihan Lingkungan masih kurang. Sehingga, lingkungan yang tidak bersih menjadi sarang perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aigypti.
“Ini terbukti dengan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang yang menyebut angka bebas jentik masih jauh dari harapan. Artinya, masih cukup banyak ditemukan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat tinggal,” kata Liem.
Menurut Liem, persoalan kebersihan lingkungan saat ini seharusnya sudah menjadi kewajiban keluarga dalam rumah tangga. Namun, setiap ada kasus DBD, pemerintah harus terus mengulangi pesan imbauan kepada masyarakat supaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk. “Rasanya kita sering dengar imbauan ini. Tapi masih belum diimplementasikan oleh masyarakat. Saya rasa masyarakat belum begitu peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Seharusnya, masyarakat bisa lebih giat lagi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing. Apalagi saat ini memasuki musin peghujan. “Jangan sampai, penampungan air terbuka tidak pernah dikuras. Banyak jentik nyamuk. Tidak dikasih abate. Nyamuk DBD ini berkembangbiak di dalam air jernih,” ujarnya.
Banyaknya kasus DBD yang sudah mencapai lebih dari 500 kasus dan menyebabkan 8 nyawa warga Sintang meninggal dunia seharusnya menjadikan semua masyarakat waspada. Liem menganggap, DBD jangan sampai dianggap enteng.
“Bagaimanapun kita tahu mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan pencegahan yang paling mudah dan murah, hanya kebersihan lingkungan. Berantas sarang nyamuk. Mulai biasakan hidup bersih,” pesan Liem.











