TANJUNG SELOR, KN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan industri halal. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Halal UMKM dan Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (16/6).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Muhammad Rosyid, S.IP., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Kaltara. Seminar dan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Dalam sambutannya, Rosyid mengapresiasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Kaltara yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan UMKM dan industri halal di Kalimantan Utara.
“Seminar dan pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong kemajuan UMKM di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Rosyid menjelaskan, industri halal saat ini menjadi salah satu sektor ekonomi yang berkembang sangat pesat, baik di tingkat nasional maupun global. Menurutnya, produk halal kini tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat Muslim, tetapi juga telah menjadi simbol kualitas, keamanan, dan kepercayaan yang diterima secara luas oleh berbagai kalangan.
Karena itu, sertifikasi halal dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Bagi UMKM, sertifikasi halal bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga investasi untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal,” katanya.
Ia menegaskan komitmen Pemprov Kaltara dalam mendukung pengembangan ekosistem halal melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses informasi, pendampingan sertifikasi halal, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
Menurutnya, pengembangan industri halal tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan nilai keberkahan dan keberlanjutan.
Rosyid berharap seminar tersebut mampu menambah wawasan dan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi halal. Sementara itu, peserta Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) diharapkan dapat menjadi pendamping yang profesional dalam membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal secara lebih mudah, cepat, dan tepat.
“Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga halal, dunia usaha, dan masyarakat, saya optimistis Kalimantan Utara dapat menjadi salah satu daerah yang maju dalam pengembangan ekonomi dan industri halal,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja sama dan komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM serta percepatan sertifikasi halal di Kalimantan Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW Hidayatullah Kaltara Ust. Muh. Irsan Sulaiman, S.Pd.I., serta Ketua LPH Hidayatullah Pusat M. Faisal Thamrin, S.H., M.H. (dkisp)










