Anggota Komisi X DPR RI Minta Menkes Perbarui Informasi Virus Corona

oleh

JAKARTA, KN – Penyebaran Virus Corona tipe baru (2019-novel corona/2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China, belakangan ini meresahkan masyarakat. Pasalnya Virus Corona meluas ke berbagai negara serta indikasi penularan antarmanusia yang kuat. Untuk mengurangi kecemasan masyarakat, Anggota Komisi IX DPR Sutan Adil Hendra meminta Menteri Kesehatan memperbarui terus-menerus informasi virus ini kepada masyarakat.

“Ketakutan masyarakat yang luar biasa harus diantisipasi oleh Kemenkes dengan memberikan informasi serta edukasi terkait gejala infeksi Corona serta upaya pencegahannya, agar mereka tidak termakan oleh hoaks,” saran Sutan saat mengikuti Komisi IX DPR RI meninjau Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (29/1/2020). RSPI Sulianti Saroso merupakan salah satu RS rujukan penyakit infeksi.

Selain itu, menurut politisi Partai Gerindra ini Pemerintah juga perlu memperketat pengawasan terhadap Virus Corona tipe baru ini. “Kesiapan menghadapi pandemik akibat Virus Corona tipe baru ini dilakukan lintas sektoral. Selain 100 rumah sakit rujukan penyakit infeksi darurat yang ditunjuk pemerintah, RS lain, pemerintah dan swasta, serta klinik diinstruksikan mengantisipasi penulasan Virus Corona baru. Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota juga ditugaskan untuk memantau,” pesan legislator dapil Jambi ini.

Setelah meninjau berbagai fasilitas dan mendengar penjelasan RSPI dalam menangani Virus Corona, Sutan menilai Kemenkes sudah melakukan persiapan dalam mengantisipasi Virus Corona untuk kepentingan rakyat. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, gejala infeksi Corona antara lain batuk, pilek, dan sesal nafas serta mucul 2-14 hari setelah terinfeksi. Pada kondisi parah, gejala seperti sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV). (rnm/sf)

Artikel ini telah tayang di http://dpr.go.id/ dengan Judul: Menkes Diminta Perbarui Informasi Virus Corona