Dewan Harapkan Harga Karet Dapat Naik

oleh
KUSNADI

SINTANG, KN – Tanaman karet sampai saat ini masih menjadi komoditas unggulan masyarakat Kabupaten Sintang setelah perkebunan kelapa sawit. Bahkan dari data yang ada 80 persen perekonomian masyarakat mengandalkan sektor ini.

Namun sayangnya harga komoditas karet di Kabupaten Sintang terus anjlok. Harga rata-rata di tingkat petani hanya berkisar antara Rp 4 ribu hingga RP 5 ribu perkilo gram. Padahal sebelumnya harga komoditas karet ditingkat petani pernah mencapai RP 20 ribu perkilo gram.

Meski harga terus mengalami penurunan tidak membuat petani karet di Kabupaten Sintang putus semangat. Petani terus berupaya memperluas perkebunan rakyat. Mereka berharap harga karet akan naik pada tahun-tahun mendatang.

Anggota DPRD Sintang Kusnadi berharap Pemerintah Kabupaten Sintang mencari solusi terhadap anjloknya harga karet ditingkat poetani. Pasalnya jika komoditas unggulan masyarakat didaerah ini anjlok secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian masyarakat.

“Harapan kami pemerintah mencari solusi terhadap anjloknya harga karet,” kata Kusnadi.

Kusnadi berharap masyarakat tidak putus asa dalam memperluas perkebunan dengan harapan ditahun-tahun mendatang harga karet kembali mengalami kenaikan.

“Saya terus menyarankan kepada masyarakat untuk terus tanam karet. Mudah-mudahan harga kulat naik,” ujarnya.

Sebagai anggota DPRD yang mewakili Masyarakat, Kusnadi mengaku akan terus berupaya untuk terus membantu memperluas perkebunan milik masyarakat. Upaya yang dilakukan yaitu melalui pokok-pokok pikiran dewan (Aspirasi).

Dalam kesempatan ini kusnadi juga berharap masyarakat untuk menanam bibir karet unggul. Pasalnya perbandingan karet unggul dengan karet lokal sangat jauh. Getah yang dihasilkan dari karet unggul lebih banyak dibanding karet lokal. (D2)