SINTANG,KN—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Harjono mengaku tak bisa berkomentar banyak terkait rusaknya jembatan gantung di Desa Emponyang, Kecamatan Kayan Hulu, yang terputus akibat diterjang banjir besar pada 9 Mei 2022 silam.
Akibat banjir tersebut sebagian besar material jembatan yang baru selesai dibangun hanyut terbawa arus. Padahal, jembatan gantung Emponyang satu-satunya akses jalan darat dari desa Emponyang, Nanga Payak, Merahau Permai menuju Kecamatan Kayan Hulu. Hingga saat ini, pemerintah beluum memperbaiki kerusakan jembatan Empoyang.
“Jembatan Emponyang, itu namanya musibah lah, saya ndak bisa komentar barang itu,” kata pria yang akrab disapa Bejang ini.
Meski demikian, sebagai wakil rakyat dari daerah pilihan Kayan Hilir-Kayan hulu ini, Harjono berharap kerusakan jembatan gantung dapat diperbaiki oleh pemerintah, meski dia tau APBD Kabupaten Sintang sangat sedikit khususnya untuk infrastruktur.
Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), Harjono tahu betul kondisi anggaran pemerintah daerah. Sebagian besar APBD habis untuk gaji pegawai.
“Kita hanya dapat 900 miliar. 600 miliar abis untuk gaji pegawai, 300 miliar untuk bantu desa 120, abis. Untuk gaji honorer 76 miliar. Tahun depan kurang lebih lah APBD-nya. Harapanya sekarang sudah dibuat berita acara supaya ditindaklanjuti tapi kan dana tidak ada. Sedangkan itu kan bertahap kita bangun, pas belum sampai seminggu air pasang, abis kena banjir mau gimana lagi. tetap kita minta pemerintah bantu,” beber Harjono.











