Jangan Ada Stigma Negatif pada Pasien COVID-19

oleh
Santosa

SINTANG, KN – Ketua Komisi A DPRD Sintang meminta tidak ada stigma negatif pada pasien positif COVID-19. Karena pada dasarnya, semua orang tidak ada yang mau terpapar virus corona ini.

“Mereka manusia sama dengan kita. Ndak ada yang mau terpapar virus ini. Ini bukan virus agama/suku maupun ras. Ini wabah yang bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang status sosial serta jabatan,” tegas Santosa.

“Oleh karena itu, jangan kuncilkan mereka. Yang harus kita lakukan justru memberikan support perhatian dan doa buat kesembuhan mereka. Agar daerah kita bebas dari virus ini, ari kita bekerjasama,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kita juga tidak perlu khawatir jika ada tetangga positif COVID-19. Mengingat virus corona tidak bisa “gentayangan” dari rumah tetangga ke rumah kita.

“Ingat, jarak 1,5 meter saja sudah cukup untuk menjauhkan anda dari virus,” ucapnya.

Ia mengatakan, virus juga tidak bisa terbang di udara. Ia berada di udara kalau ada orang terinfeksi yang bersin. Itu pun tidak lama. Partikel-partikel air (lendir) yang mengandung virus tadi akan turun, mengendap di permukaan benda-benda mati, tidak akan menyebar ke rumah anda.

“Apa yang harus kita lakukan? Pertama, jangan masuk ke rumah tetangga positif Covid tanpa perlindungan sesuai protokol. Selama anda tidak masuk, Anda tidak akan tertular.
Kedua, kalau terpaksa masuk untuk memberi bantuan, pakailah masker, ditambah perlindungan lain yang bisa anda dapatkan. Kemudian segeralah ganti baju, mandi dengan sabun, cuci baju anda tadi dengan sabun. Sabun akan membunuh virus yang menempel di tubuh Anda,” sarannya.

Santosa menegaskan, tidak ada alasan untuk takut pada tetangga yang tertular Covid19. Tapi berbuatlah sebisa mungkin untuk membantu mereka. Caranya bisa dengan menyediakan makanan. Kemudian bisa dengan membersihkan rumahnya dengan disinfektan. Lalu. jaga agar jangan ada orang masuk tanpa kepentingan dan tanpa pelindung.
Arahkan anggota keluarganya untuk melaksanakan tata cara isolasi pasien agar anggota keluarga lain tidak tertular,” ucapnya.

Ditegaskan Santosa, orang yang tertular virus pasti tidak ingin dirinya tertular. “Makanya, jangan berikan stigma. Mereka butuh cinta, perhatian, dan bantuan kita untuk sembuh.
Jangan musuhi dan kucilkan mereka,” tegasnya.(*)