Jembatan Penghubung Dua Desa Roboh, Dewan : Kayu Ulin Masih Muda Diduga Jadi Salah Satu Faktor

oleh

Melawi (kalimantan-news.com) – Jembatan gantung di Kecamatan Sokan Kabupaten Melawi Provinsi Kalbar yang menghubungkan antara Desa Sepakat dengan Dusun Kedakal Desa Tanjung Sokan ambruk. Robohya ya jembatan yang membentang di atas sungai Pinoh itupun sontak menjadi perhatian warga setempat. Jembatan itu robohnya jembatan itu terjadi pada Sabtu (4/1/2020). Jembatan yang baru selesai dibangun pada tahun 2019 menggunakan anggaran APBD Kabupaten Melawi tahun 2019 sebesar Rp 950 jutaan lebih itu dilaksanakan oleh CV Karya Raya dan sempat diawasi oleh pihak Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4). Jembatan tersebut kini sudah ditangani oleh pihak Polres Melawi untuk dilakukan pemeriksaan.

Wakil Ketua DPRD Melawi didampingi komisi 2 DPRD Melawi dan inspektorat belum lama ini melakuka peninjauan lansung ke lokasi robohnya jembatan gantung tersebut. Dimana pada peninjauan tersebut ditemui sejumlah hal yang dianggap menjadi dampak ambruknya jembatan tersebut. Seperti kayu Belian muda yang digunakan sebagai pondasi.

“Kami meninjau dan kami pun melihat jembatan gantung yang roboh ini. Saya juga mengharapkan kepada pemerintah dan kontraktor untuk bertanggung jawab terhadap pembangunan ini dan harapan dari masyarakat kecamatan Sokan yang mendambakan jembatan gantung ini, untuk bisa dibangun kembali jembatan tersebut. Apalagi ini masih masa pemeliharaan selama enam bulan, saya berharap dari pihak kontraktor bertanggung jawab,” ungkap Wakil Ketua DPRD Melawi, Hendegi Januardi Usfa Yursa.

Lebih lanjut Ia mengaku bahwa dirinya mendengar dari pihak Kejaksaan pihak Polres juga sudah turun tangan dan sudah ada pernyataan dari pihak kontraktor yang sanggup untuk membangun jembatan ini kembali.

“Jadi apabila dibangun kembali maka harapan saya pembangunan ini harus kita awasi bersama baik dari dinas PU maupun dari masyarakat, dan yang agar jembatan kita ini menjadi lebih baik. Dan satu koreksi dari saya pekerjaan ini harus sesuai perencanaan yang baik dan untuk tali sling nya harus disesuaikan dengan kemampuan dan carilah tukang yang profesional sesuai dengan keadaan yang ada di Sokan. Saya selaku wakil ketua mengharapkan kepada pihak pemerintah segera untuk mengambil sikap mengenai masalah jembatan robohnya ini,” pintanya.

Sementara itu Anggota Komisi 2 DPRD Melawi, Yordanes menambahkan karena jembatan ini merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat di dua desa ini. Sehingga sangat diharapkan jembatan ini dibangun kembali dan di proses sebagaimana mestinya.

“Jadi harapan saya karena pernyataan pelaksana atau kontraktor kemarin sanggup untuk melaksanakan ulang pekerjaan ini, maka harus dilaksanakan dengan syarat perencanaannya juga harus matang disesuaikan dengan keadaan struktur tanah, struktur lingkungan dengan jarak bentangan sungai yang disebrangi ini. Karena memang kalau tidak sesuai maka akan terjadi seperti ini lagi. Kemudian bahan-bahan seperti yang saya lihat, memang pondasinya ini kayu ulin, tapi kayu ulin ini banyak yang masih muda, yang sebenarnya belum layak untuk jembatan gantung bentang sejauh ini. Jadi kalau nanti carilah kayu ulin yang sudah cukup matang atau sudah tua yang sudah bisa dipake untuk jembatan. Ini salah satu saya lihat yang menjadi salah satu faktornya,” paparnya. (Irawan/KN)