MALINAU, KN – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE., MH, yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Malinau, Francis, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Apau Kayan ke-51 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jemaat GKII Mahak Baru, Kecamatan Sungai Boh, Senin (22/6/2026) siang.
Konferda GKII Apau Kayan ke-51 diikuti perwakilan jemaat dan peserta dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Boh, Kayan Hilir, Kayan Hulu, dan Kayan Selatan.
Kegiatan ini menjadi forum penting bagi GKII Apau Kayan untuk melakukan evaluasi terhadap program-program pelayanan yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Selain itu, konferensi juga menjadi ajang pemilihan pemimpin dan pengurus baru guna melanjutkan tongkat estafet pelayanan pada periode mendatang.
Dalam sambutan tertulis Bupati Malinau yang dibacakan Francis, ditegaskan bahwa Konferda bukan sekadar agenda rutin organisasi gereja, melainkan momentum strategis untuk memperkuat pelayanan dan kepemimpinan gerejawi.
“Konferda ini merupakan kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan yang telah dilakukan, merumuskan langkah-langkah strategis ke depan, serta memilih pemimpin yang takut akan Tuhan dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas pelayanan,” ujarnya.
Bupati berharap Konferda ke-51 GKII Apau Kayan dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kesejukan, mempererat persatuan, serta menghadirkan semangat baru bagi seluruh jemaat.
Menurutnya, selama ini GKII Apau Kayan telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan kehidupan rohani masyarakat, menjaga kerukunan, serta mendidik generasi muda di wilayah Kabupaten Malinau, khususnya kawasan Apau Kayan.
Lebih lanjut, Wempi menilai tantangan perkembangan zaman saat ini menuntut sinergi yang semakin kuat antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“Tantangan zaman menuntut gereja dan pemerintah berjalan seiring untuk membangun Malinau yang maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta konferensi agar setiap perbedaan pandangan yang muncul dalam proses persidangan tidak menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus disikapi dengan semangat persaudaraan dan kasih.
“Gereja yang kuat adalah gereja yang mampu menjaga kasih, persatuan, dan persaudaraan di tengah berbagai perbedaan,” pesannya.
Melalui Konferda ke-51 ini, diharapkan lahir berbagai keputusan dan program yang mampu membawa pembaruan pelayanan gereja serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Apau Kayan.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan ditutup dengan penyampaian pantun yang mengajak seluruh peserta untuk melayani dengan hati yang tulus serta terus bersatu membangun gereja demi kemuliaan Tuhan dan kemajuan masyarakat.
(Prokompim Malinau)










