Listrik Masuk ke Desa Sungai Labi Ini Kata Ketua DPRD Sintang

oleh
Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny

SINTANG, KN – Masuknya listrik negara di Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai disambut baik oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny.

Ia menilai, dengan teralirnya listrik di sana, akan meringankan beban masyarakat. Selain itu, kehadiran listrik ini juga sudah lama didamba-dambakan masyarakat.

“Tentu kita sanggat mendukung sekali. Karena itu sudah lama didamba-dambakan masyarakat setempat,” ujar Dewan Dapil Kelam Permai ini.

Ronny juga mengucapkan terimakasih kepada stakholder terkait maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang telah memfasilitasi, sehingga pemasangan listrik di Desa Sungai Labi bisa terlaksana.

“Dengan keberadaan listrik ini, masyarakat terbantukan. Ini juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat,” terangnya.

Ronny pun berharap, ke depan lebih banyak lagi daerah di Kabupaten Sintang ini yang teraliri listrik, mengingat masih banyak yang belum menikmati listrik negera tersebut, khususnya daerah pedalaman.

“Itu yang kita ingingkan. Agar pemertaan listrik ini terwujud di Kabupaten Sintang, tak hanya di perkotaan saja yang menikmatinya, tapi juga daerah pedalaman sana, karena listrik ini sudah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat,” terangnya.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga meminta kepada masyarakat yang menjadi pelanggan PLN, agar taat peraturan.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk taat asa peraturan, agar memenuhi aturan sebagai pelanggan. Pada intinya kita memberikan apresiasi kepada pemerintah dengan hadirnya listrik di Desa Sungai Labi,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Setelah 74 tahun Indonesia Merdeka, baru ditahun 2019 ini, Desa Sungai Labi teraliri jaringan listrik. Dimana langsung diresmikan langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, pada Senin (11/11/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, bahwa masyarakat sudah bisa menikmati apa itu kemerdekaan, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Pada hari ini kita sudah merasakan setengah kemerdekaan, karena listrik sudah masuk ke Desa kita, tetapi belum merasakan kemerdekaan yang sepenuhnya, karena jalan menuju Desa Sungai Labi masih belum memadai, dan perlu perhatian serta menjadi PR Pemerintah saat ini,” kata Jarot.

Dengan program jaringan listrik yang sudah masuk ke Desa Sungai Labi ini, kata Jarot patut di syukuri karena dapat menghemat biaya pengeluaran masyarakat.

“Dengan adanya jaringan listrik masuk desa, maka biaya hidup lebih hemat, dibandingkan kalau belum ada listrik, kita perlu bahan bakar untuk mengisi mesin-mesin pembangkit listrik, seperti genset, dompeng,” pungkasnya. (*)