Media Sosial Semestinya Dimanfaatkan Untuk Bersosialisasi dan Berinteraksi

oleh
Jeffray

SINTANG, KN – Masyarakat Kabupaten Sintang diminta mewaspadai keberadaan media penyebar hoax dan radikalisme yang akhir-akhir ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Media-media tersebut sengaja membuat berita bohong untuk melakukan propanganda yang tujuannya untuk menciptakan suasana tidak kondusif, bahkan bisa mengancam disintegrasi bangsa.

“Kami minta masyarakat untuk menjaga diri, tangan dan tulisan dalam bermedia sosial, karena saat ini dimedsos banyak sekali berita yang tidak tau kebenarannya,” ucap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Jeffray Edward.

Menurutnya, media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif.

“Sayangnya sekarang, ada beberapa pihak yang memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif,” kata Jeffray.

Padahal, menyebarkan informasi hoax dapat bersentuhan dengan hukum karena sudah ada ketentuan undang-undang ITE yang mengatur terkait penggunaan media sosial tersebut.

“Oleh sebab itu, sekali lagi saya berpesan agar kita selalu waspada, dimulai dari lingkungan keluarga hingga di masyarakat pada umumnya, hal tersebut perlu dilakukan agar kita terhindar dari masalah hukum,” pesannya.

Jeffray mencontohkan, di facebook saja banyak akun-akun yang mengatasnamakan dirinya seorang polisi wanita, dan mereka berkedok menjual kendaraan motor maupun mobil.

“Terkadang tanpa kita sadari, mereka-mereka itulah yang bisa menipu kita, karena sudah banyak korban yang mereka tipu.Oleh sebab itu saya minta kita pandai-pandai jaga diri-lah” pesannya lagi.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan dampak dari berita hoax dan propaganda radikalisme itu sangat besar. Jika masyarakat mudah terpengaruh informasi yang sumbernya tidak jelas, kata dia mereka sama saja seperti robot. Bila demikian, mereka bergerak seperti mesin tanpa berpikir.

“Kita memang tidak bisa menutup diri dengar berbagai pendapat di sekitar kita apalagi itu dimuat dalam sebuah bingkai berita atau tulisan.Tapi itu tadi, jangan kita menelan mentah-mentah informasi atau berita yang belum jelas asal-usulnya.Kalau tidak kita sendiri akan terjebak pada genderang yang ditabuh oleh si penulis atau pemberi berita itu,” pungkasnya.(*)