Menuju New Normal, Pemerintah Harus Siapkan Sarpras Protokol Kesehatan Covid di Sekolah

oleh
MAINAR PUSPA SARI

SINTANG,KN – Proses belajar mengajar di era ‘New Normal’ nantinya tentu harus dipersiapkan dengan matang. Terutama hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana (Sarpras) protokol kesehatan.

“Pelaksanan kegiatan belajar mengajar tentu harus mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk new normal seperti penyedian cuci tangan, menggunakan masker, dan jaga jarak atau physical distancing,” kata Mainar, Anggota DPRD Sintang, Mainar Puspa Sari, kemarin.

Walau demikian, masyarakat diharapkannya tidak cemas dan berpikir yang berlebihan terkait kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk menerapka new normal.

“Ketika pemerintah sudah berani mangambil kebijakan seperti ini. Artinya, segala sesuatu yang terkait dengan new normal, bahkan terutama protokol kesehatan juga sudah dipikirkan oleh pemerintah. Tapi, saya memaklumi wajar apabila ada masyarakat awam berpendapat hal ini menjadi satu kecemasan, karena perubahan gaya hidup ke era new normal memberikan dampak perbuahan signifikan dibanding dengan gaya hidup sebelum terjadi pandemi ini,” kata Mairnar.

Menurut anggota Komisi C DPRD Sintang itu, kesiapan pemerintah dalam menyonsong era new normal tentu akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Terlebih dalam hal pendidikan. Sebab masyarakat yang sudah terbiasa berkegiatan di sekolah tentu akan lebih senang.

Selain itu, kata Mainar, interaksi lansung guru dan murid dalam proses belajar akan sangat membantu anak untuk tetap mempertahankan kualitas pendidikan mereka.

“Saya berharap pemerintah benar-benar melaksanakan protokol ini ke seluruh rakyat Indonesia dengan seadil – adilnya tanpa terkecuali, khususnya dalam arti penyediaan fasilitas protokol covid di setiap sekolah dan juga fasilitas umum lainnya. Dengan adanya fasilitas tempat cuci tangan, penyediaan masker, juga mungkin sesekali ada pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah-sekolah tentu akan membuat proses belajar mengajar akan sangat terbantu dan dapat berjalan seperti sediakala meski dalam versi yang juga new normal,” pungkasnya. (*)