TANJUNG SELOR, KN – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) V, Sabtu (6/6/2026), di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Kabupaten Bulungan.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, yakni Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan, Robby Yuridi Hatman, yang hadir mewakili Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Robby Yuridi Hatman, disampaikan bahwa Muswil V IPM bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi sekaligus mencetak kader-kader pemimpin pelajar yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai keputusan yang dapat memajukan organisasi, sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap memanfaatkan berbagai peluang pembangunan yang tengah berkembang di Kalimantan Utara.
“Muswil ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pelajar dalam pembangunan daerah dan bangsa. Generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi pemimpin yang berintegritas dan berdaya saing,” ujar Robby.
Dalam wawancaranya, Robby menegaskan bahwa IPM merupakan organisasi yang menaungi para pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang.
“Yang jelas IPM itu kan perikatan pelajar. Namanya pelajar ini sudah pasti adalah generasi muda. Dan generasi muda ini artinya generasi pewaris bangsa. Kita ingin maju yang akan datang, apalagi yang sudah direncanakan dengan Indonesia Emas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa generasi muda tidak hanya perlu dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki akhlak dan karakter yang kuat sebagai pondasi dalam membangun bangsa.
“Mereka-mereka inilah generasi muda yang memang harus dijaga dan ditingkatkan kemampuannya. Tidak hanya di bidang ilmu, tetapi kita ambil juga masalah akhlak yang sangat penting. Karena kita kenal bahwa Indonesia itu banyak orang cerdas dan budayanya juga baik, budaya itu bagian dari akhlak,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara, Syamsi Sarman, menilai IPM memiliki peran yang sangat penting dalam proses kaderisasi calon pemimpin bangsa.
Menurutnya, para anggota IPM saat ini merupakan generasi muda yang suatu saat akan mengisi berbagai posisi strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“IPM ini kan basic-nya generasi muda, mereka adalah pelajar yang ke depannya akan menjadi pengganti pimpinan-pimpinan bangsa, pimpinan negara. Jadi bukan hanya sekadar organisasi. Kalau pembinaan generasi ini tidak dilakukan sejak awal, tentu sangat riskan bagi masa depan negara,” ujarnya.
Syamsi berharap pola pengkaderan yang diterapkan Muhammadiyah dan IPM dapat terus melahirkan generasi yang unggul, berilmu, serta memiliki akhlak yang baik.
“Dari waktu ke waktu mereka akan disiapkan menjadi pengganti pemimpin bangsa sebagai generasi penerus. Tetapi tentu sesuai dengan posisinya sebagai pelajar, mereka dituntut untuk menekuni pendidikan, menuntut ilmu setinggi-tingginya, sambil menjaga akhlak. Karena akhlak ini menjadi pekerjaan rumah besar bangsa saat ini,” tutupnya.
Muswil V IPM Kaltara diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus wadah melahirkan gagasan-gagasan baru yang mampu memperkuat peran pelajar dalam mendukung pembangunan Kalimantan Utara dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.










