Pemdes Diminta Intens Pantau Keluar Masuk Orang

oleh
Wakil Ketua I DPRD Sintang, Jeffray Edward

SINTANG, KN – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward mengimbau agar tim penanganan Covid-19 tingkat desa lebih intens melakukan pemantauan terhadap keluar masuk orang di lingkungannya masing-masing. Begitu juga dengan sejunlah fasilitas umum yang ada di desa seperti Masjid, Mushola, dan Gereja agar dilakukan penyemprotan cairan disinpektan.

Langkah itu diambil guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19. “Harus dipantau semua. Baik itu orang baru ataupun penduduk asli di setiap desa masing-masing. Karena kita tidak tahu riwayat setiap perjalanan mereka,” ungkap Jeffray Edward, kemarin.

Tidak hanya itu, Jeffray juga meminta agar setiap orangtua dapat memantau segala aktivitas anak-anaknya di tengah pandemi Corona. Pasalnya masih banyak anak-anak muda yang masih ramai terlihat nongkrong.

“Sebenarnya masyarakat sudah paham dengan sosialisasi yang telah dilakukan, namun masih banyak yang bandel terutama anak-anak muda. Harusnya untuk sekarang dan selanjutnya, masyarakat terutama di wilayah terdampak harus lebih paham, orangtua juga harus lebih keras dalam mengingatkan putra putrinya yang sering nongkrong,” pinta Jeffray.

Menurutnya, sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Sintang yang sudah beredar, masyarakat harus mematuhi anjuran Pemerintah bahwa wabah corona dapat berakhir dengan melakukan social distancing dan physical distancing.

” Tetap jaga jarak, pakai masker, dan sering cuci tangan pakai sabun, itu yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19, ” katanya.

Jeffray juga menganjurkan kepada masyarakat agar tidak hanya melapor jika menemui warga yang sedang berkerumun, namun juga berani menegur. Sementara bagi warga yang bekerja dan memiliki usaha warung kopi, Jeffray mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

“Bila perlu Pemerintah Desa agar mengimbau warganya yang mempunyai pekarangan, untuk menggalakkan menanam tanaman dan sayur-sayuran. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga terhadap masalah pangan kita, ” jelasnya. (*)