TANJUNG SELOR, KN – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Denny Harianto, menegaskan pentingnya disiplin, etika, dan efisiensi kerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltara.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi “Coffee Morning Keluarga Besar Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara” yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Senin (15/6).
Dalam arahannya, Denny mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menjaga kedisiplinan, termasuk mengikuti apel pagi secara tertib serta memperhatikan kerapian sebagai bagian dari budaya kerja pemerintahan yang profesional.
Ia juga menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan media sosial. Menurutnya, ASN harus bijak dalam bermedia sosial serta tetap mematuhi ketentuan terkait penggunaan atribut dan pakaian dinas. Setiap bentuk pelanggaran, kata dia, akan menjadi perhatian pimpinan.
“Seluruh pegawai agar menjaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat kerja sama dalam mendukung pencapaian target organisasi,” ujar Denny.
Selain disiplin, Sekprov juga meminta seluruh pegawai menjaga kebersihan, kerapian, dan keamanan lingkungan kerja. Ia menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan efisiensi sekaligus kenyamanan dalam bekerja.
Denny menegaskan bahwa sebelum meninggalkan kantor, setiap pegawai wajib memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi aman, termasuk mematikan peralatan listrik dan perangkat kerja yang tidak digunakan.
Ia juga mengingatkan pegawai yang bekerja lembur hingga melewati pukul 21.00 WITA agar melaporkan identitas diri kepada petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga sebagai bagian dari prosedur pengamanan kantor.
Terkait penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA), Denny menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah memberikan dampak positif terhadap efisiensi penggunaan air dan listrik di lingkungan perkantoran.
Meski demikian, ASN yang melaksanakan WFA tetap dituntut untuk aktif, responsif, dan mudah dihubungi selama jam kerja sehingga pelayanan publik dan pelaksanaan tugas pemerintahan tetap berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Denny juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini memerlukan pengelolaan anggaran secara lebih cermat dan efisien. Penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD) serta meningkatnya kebutuhan belanja pegawai, termasuk pembiayaan lebih dari 2.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan efisiensi, termasuk memaksimalkan pelaksanaan rapat secara daring,” tegasnya.
Meski menghadapi tantangan fiskal, Denny memastikan Pemerintah Provinsi Kaltara tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN tanpa pengurangan. Namun, sistem pemberian TPP akan terus disempurnakan agar lebih tepat sasaran dan berbasis kinerja.
“Mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, pembayaran Gaji Ketiga Belas tidak dapat memasukkan komponen TPP,” jelasnya.
Pada akhir kegiatan, Denny memperkenalkan sejumlah pejabat yang baru dilantik di lingkungan Setdaprov Kaltara. Ia berharap para pejabat tersebut dapat segera beradaptasi dan menjalankan tugas serta tanggung jawab yang diamanahkan dengan baik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sapi’i serta Asisten Bidang Administrasi Umum Taufik Hidayat.
(DKISP Kaltara)










