SIBU, SERAWAK, KN – Organisasi Sabang Merah Borneo (SMB) kembali menorehkan sejarah dengan memperluas kiprahnya hingga ke negara bagian Serawak, Malaysia. Hal ini dibuktikan melalui pembukaan Tanah Keramat Belang Kebong Remaong Bukit Lupong yang berlokasi di Selangau, Sibu, Serawak, pada 20–21 Februari 2026 lalu.
Pembukaan Tanah Keramat tersebut menjadi tonggak penting bagi SMB dalam melebarkan sayapnya di Borneo. Antusiasme masyarakat Dayak di berbagai wilayah Serawak terlihat dari banyaknya warga yang turut bergabung dan memberikan dukungan. Perwakilan anggota SMB hadir dari berbagai daerah seperti Sabah, Bintulu, Selangau, Kapit, serta sejumlah wilayah lainnya.
Rombongan SMB dari Indonesia yang dipimpin oleh Petrus Sabang Merah berjumlah 23 orang. Mereka memasuki wilayah Malaysia melalui PLBN Badau sebelum dijemput oleh anggota SMB Sibu.
Dalam sambutannya, Petrus menegaskan pentingnya persatuan masyarakat Dayak di seluruh tanah Borneo. Ia mengajak seluruh elemen untuk tetap menghargai adat dan budaya, serta menjaga persatuan meskipun terpisah oleh batas negara.
“Walaupun kita dibatasi oleh garis negara, jangan pernah lupa bahwa kita adalah bangsa Dayak. Kita harus bersatu padu dalam melestarikan adat dan budaya, serta saling peduli terhadap persoalan yang terjadi di tanah Dayak Borneo ini,” tegasnya.
Sambutan tersebut mendapat respons positif dari para anggota SMB di Serawak. Ketua SMB Serawak, Tuai Rumah James Binkun, menyampaikan komitmennya untuk segera memperluas dan membesarkan SMB di seluruh wilayah Serawak melalui kegiatan sosialisasi yang berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa SMB Serawak siap hadir dan berpartisipasi dalam acara-acara besar yang akan dilaksanakan di Indonesia.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembukaan Tanah Keramat Bukit Lupong tidak terlepas dari penyertaan Tuhan.
“Pembukaan Tanah Keramat Bukit Lupong Selangau berjalan dengan sangat sukses berkat penyertaan Petara kita, Alahtaala Yesus Kristus,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Tanah Keramat Belang Kebong Remaong Bukit Lupong di Selangau, Sibu, keberadaan SMB di Serawak kini semakin kokoh. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan persaudaraan dan solidaritas masyarakat Dayak lintas negara demi menjaga warisan adat dan budaya Borneo. (SM)











