Tokoh Dayak Andreas Panglima Asap Tegas Menolak Program Transmigrasi di Ketungau Hulu

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG, KN – Tokoh masyarakat Dayak dari Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Andreas Panglima Asap, menyatakan penolakan keras terhadap rencana pemerintah pusat untuk melaksanakan program transmigrasi ke wilayah Kecamatan Ketungau Hulu.

Dalam pernyataan tegasnya, Andreas menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak membutuhkan program transmigrasi, melainkan pembangunan infrastruktur yang layak.

“Kami menolak keras transmigrasi yang didatangkan dari luar pulau. Warga kami masih banyak yang miskin. Tolong bina dan bantu kami supaya kami bisa beradaptasi dengan pulau-pulau lain. Bangun kami dulu. Kami tidak butuh transmigrasi, tapi butuh pembangunan jalan dan jembatan. Itu yang kami perlukan dari negara,” tegas Andreas, Kamis 17 Juli 2025.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila pemerintah pusat tetap memaksakan program transmigrasi tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi warga lokal, maka perlawanan dari masyarakat adat tidak bisa dihindari.

“Kalau pemerintah pusat memaksa program ini terus bergulir, maka jangan salahkan kami jika kami bangkit melawan,” ujar Andreas.

Lebih lanjut, Andreas menyoroti adanya potensi kesenjangan sosial dalam skema transmigrasi, yang menurutnya hanya akan menambah beban bagi masyarakat lokal yang belum memiliki kemampuan dan daya saing setara dengan para pendatang.

“Program transmigrasi itu sarat dengan kesenjangan sosial. Kami sadar, kami belum mampu bersaing. Oleh sebab itu, bangun dulu kami. Bantu kami secara sosial, pendidikan, dan ekonomi. Itu yang kami perlukan. Kami bukan menolak perubahan, tapi kami ingin pembangunan yang adil,” tutupnya.

Dengan pernyataan ini, Andreas Panglima menyatakan siap berada di garda terdepan bersama masyarakat Dayak Ketungau Hulu dalam menolak segala bentuk program transmigrasi yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat asli daerah.

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Tiga Pelajar Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Dengan Upaya Pencarian Intensif ketiganya Berhasil di Evakuasi
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:58 WIB

Tiga Pelajar Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Dengan Upaya Pencarian Intensif ketiganya Berhasil di Evakuasi

Berita Terbaru