Komisi A Minta Pemkab Sintang Perhatikan Warga Tidak Mampu

- Jurnalis

Rabu, 18 April 2018 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINTANG – Anggota DPRD Sintang, Abdurrazak mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Nenek Abysah dan Amin suaminya. Pasangan suami istri ini tinggal disebuah gubuk kecil berukuran 4×6 di wilayah Munguk Bantok, Kecamatan Sintang, tanpa adanya penerangan lisrik PLN.

Sudah lebih dari 2 tahun ini Nenek Absyah (72) mengalami sakit dan tidak mampu bangun dari tempat tidurnya tanpa bantuan oran lain.

Dua putranya, Yakop dan Junaidi yang selama ini bekerja untuk membantu menopang ekonomi keluarga telah ditahan Kepolisian Sintang. Dua putranya itu telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) belum lama ini.

Pasca ditingal dua putranya itu, Amin selaku kepala keluarga terpaksa melewatkan masa istirahat di hari tuanya. Kakek berusia 74 tahun ini terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sembari merawat istrinya yang tengah sakit.

“Kami (Komisi A DPRD Sintang. red ) datang ke kediamanya beberapa hari lalu, dan kondisinya sangat memperihatinkan. Sebenarnya jangankan untuk bekerja, untuk pelayanan dirumah mereka sendiri saja sudah sangat memperihatinkan.” kata Abddurrazak saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (18/04/2018).

Wakil Rakyat Dapil Kecamatan Sintang ini meminta kepada Pemerintah segera menindaklanjuti kondisi warga Sintang yang kurang mampu ini. Apalagi warga tidak mampu tersebut masih berada dipinggiran kota.

“Nenek Absyah dan Suaminya membutuhkan uluran tangan, kita minta kepada Pemerintah segera berikan bantuan kepada mereka,” pintanya.

Pemerintah melalui dinas terkait diminta lebih proaktif lagi mendata warga kurang mampu di kabupaten Sintang, sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan melalui program pemerintah. Banyak program pemerintah yang mestinya disalurkan kepada warga tidak mampu, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bedah Rumah, bansos Rastra dan lainnya.

“Kita mohon perhatian pemerintah, untuk memperhatikan warga kurang mampu di Sintang ini,” pungkasnya. (Tim)

Berita Terkait

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030
‎Polres Sintang Berbagi, Wujud Kepedulian dan Pengabdian untuk Masyarakat
Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000
Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54
Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang
Ketua Komisi C DPRD Sintang Ajak Generasi Muda Mencintai Alam sebagai Rumah Kedua Kita
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Prioritas Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur di Tengah Pemotongan Dana Pusat
Ketua DPRD Sintang Tegaskan Pemotongan Dana Transfer Pusat Tak Pengaruhi Gaji Pegawai

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:16 WIB

Yohanes Rumpak Pimpin Lemkari Sintang Hingga 2030

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:55 WIB

‎Polres Sintang Berbagi, Wujud Kepedulian dan Pengabdian untuk Masyarakat

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:32 WIB

Harga Gas LPG 3 Kg di Perbatasan Tembus Rp 70.000

Senin, 1 Desember 2025 - 19:26 WIB

Anggota DPRD Sintang Senen Maryono Ajak Korpri Terus Tingkatkan Profesionalisme di HUT ke-54

Senin, 1 Desember 2025 - 08:39 WIB

Senen Maryono Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan Raimuna Wilayah Kalbar di Sintang

Berita Terbaru