Danil: Mengatasi Stunting Harus Dilakukan Secara Terstruktur

oleh
oleh
Sosialisasi Strategi Nasional KP2S

SINTANG – Anggota DPRD Sintang, K Danil B , mengatakan Stunting menjadi cerminan betapa buruk dan kurang optimalnya gizi yang seharusnya diberikan kepada anak. Sudah saatnya masalah ini menjadi perhatian bersama untuk dicarikan solusi yang lebih serius. Stunting tidak cuma membuat bayi menjadi pendek namun dapat mendagradasi kecerdasan otak.

“Pengentasan stunting yang krusial di Indonesia sekarang ini dapat dilakukan dengan cara menekan peningkatan kasus stunting, memantau pertumbuhan bayi dan balita, hingga melakukan terapi untuk bayi yang membutuhkan.

Menurutnya untuk mengatasi stunting harus dilakukan secara terstruktur dan pemerintah diharapkan dapat mendorong gerakan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya stunting terhadap keberlanjutan generasi, harap mantan tenaga medis ini.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, saat membuka sosialisasi strategi nasional Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting (KP2S) di Kabupaten Sintang di Aula Dinas Kesehatan Sintang, Selasa (12/03/2019) mengatakan Stunting itu bukan karena kurang makan, jangan karena anak kita pendek, kerdil lalu kita paksa-paksa makan banyak.

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab stunting, sejak awal kehidupan seorang anak, sering kali ditemui sang ibu melakukan kesalahan fatal dengan tidak memberikan ASI selama 6 bulan pertama dan pemberian MP-ASI (makanan pendamping ASI) yang kurang sesuai dengan aturan kesehatan.

“Baru berapa hari lahir anak sudah di kasi madu, nanti baru umur sebulan sudah di kasi pisang, belum lagi permasalahan air bersih dan lingkungan rumah yang belum bersih, usus anak itu jadi tebal, yang harusnya usus itu menyerap sari makanan malah sibuk membunuh kuman yang masuk bersama makanan karena air untuk nyuci dan untuk masak makanan itu belum bersih. Setelah itu, makanan bergizipun sulit terserap” ucap Jarot.

Lanjut Jarot, dengan adanya proses sosialisasi ini, selaku pimpinanan daerah Kabupaten Sintang, saya berharap agar stakeholder yang bekerja di area Kabupaten Sintang dapat saling bersinergi untuk menurunkan angka kemiskinan yang Karena kemiskinan menjadi salah satu faktor yang juga menyebabkan angka stunting di masyarakat tinggi, hingga 33% di Kabupaten Sintang, pungkasnya. (*)