JAKARTA – Kehadiran Sekolah Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai bukan hanya membawa dampak pada sektor pendidikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif lokal.
Melihat potensi tersebut, Ketua Dekranasda Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., mengambil langkah proaktif dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat. Didampingi Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, Rahmawati bertemu Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi upaya strategis untuk menyinkronkan program pembinaan dan dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat kapasitas UMKM di Kaltara, khususnya dalam menghadapi peluang ekonomi yang muncul seiring pembangunan Sekolah Garuda.
Rahmawati menjelaskan, keberadaan Sekolah Garuda berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha daerah. Karena itu, Dekranasda Kaltara terus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan lembaga berskala besar, baik dari sisi mutu maupun kapasitas produksi.
Saat ini, Dekranasda Kaltara tengah melakukan identifikasi dan pembinaan terhadap sejumlah klaster usaha yang dinilai berpotensi menjadi pemasok berbagai kebutuhan Sekolah Garuda. Produk yang dipersiapkan antara lain seragam batik khas Kaltara, atribut sekolah, hingga berbagai cenderamata resmi yang diharapkan dapat diproduksi oleh pengrajin dan UMKM lokal.
“Pelaku usaha kecil terus didorong untuk memanfaatkan teknologi tepat guna dan menjaga konsistensi produk agar mampu memenuhi kuantitas serta kualitas yang dibutuhkan instansi skala besar,” ujar Rahmawati.
Tidak hanya sektor kerajinan, Dekranasda juga memberikan perhatian pada UMKM pangan olahan. Pelaku usaha didorong untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan konsumsi dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia di Kaltara.
Menurut Rahmawati, penguatan UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui motivasi, tetapi juga dengan dukungan akses permodalan, pendampingan usaha, sertifikasi produk, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Ia menegaskan bahwa pendampingan kepada UMKM akan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari proses kurasi produk, sertifikasi halal, hingga membuka peluang kemitraan dengan berbagai lembaga dan instansi.
“Saya tidak ingin pengrajin dan pelaku UMKM kita minder. Kehadiran Sekolah Garuda ini adalah peluang besar, dan kami akan terus mendorong serta memfasilitasi mereka agar produknya naik kelas,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pengembangan UMKM dan industri kreatif daerah.
Melalui sinergi antara Pemprov Kaltara, Dekranasda, dan pemerintah pusat, diharapkan UMKM lokal semakin berdaya saing dan mampu menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang berkembang di daerah, termasuk yang lahir dari kehadiran Sekolah Garuda di Kaltara. (dkisp)










