DPMD Rencanakan 9 Desa Akan laksanakan Pilkades Serentak

oleh

MELAWI – Sekitar sembilan desa di Melawi akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Jadwal Pilkades serentak tersebut direncanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Melawi, pada Oktober mendatang.

“Untuk desa yang akan menggelar Pilkades, saya tidak terlalu ingat. Tapi yang jelas tersebar di beberapa kecamatan. Pilkades rencananya akan dilaksanakan akan dilaksanakan pada Oktober mendatang, setelah seluruh tahapan Pemilu Gubernur selesai. Informasi terakhir, hanya ada sembilan desa yang menggelar Pilkades pada tahun ini,” ungkap Kepala DPMD Melawi,Junaidi, kemarin.

Tahapan persiapan pelaksanaan Pilkades, seperti persiapan atau pembentukan panitia baru akan dimulai sehabis pelaksanaan Pilgub Kalbar 2018 ini. Hal tersebut agar pelaksanaan Pilgub bisa terfokus.

“Saat ini, pembentukan panitia Pilkades memang belum dilakukan di desa. Setelah Pilgub selesai, baru DPMD meminta desa membentuk panitia Pilkades. Kalau sekarang nanti takut ribut atau berbenturan dengan Pilgub,” ujarnya.

Pelaksanaan Pilkades, didanai oleh APBD Melawi. Seperti beberapa tahun lalu, Pilkades difasilitasi Pemkab, termasuk segala logistik hingga prosesi pelantikannya. Pilkades serentak pun baru akan digelar kembali pada 2020 mendatang. Sehingga kepala desa yang masa jabatannya akan habis pada 2019 nantinya akan ditunjuk Pj Kades sementara dari pemerintah kecamatan.

“Memang sempat ada wacana untuk memajukan desa-desa yang masa jabatan kades-nya berakhir tahun depan. Tapi bupati tak mau mengurangi masa jabatan orang. Sementara pada 2019 tak bisa menggelar Pilkades karena seharusnya digelar dua tahun sekali. Apalagi 2019 juga bertepatan dengan Pemilu Serentak untuk pemilihan legislatif dan presiden,” katanya.

Terkait dua desa yang kepala desanya sempat bermasalah, yakni Landau Sadak kecamatan Sayan dan Tembawang Panjang di Nanga Pinoh, Junaidi menerangkan dua desa ini tidak mengikuti Pilkades Serentak.

“Kalau Landau Sadak sudah dilantik kemarin kepala desanya dengan sistem Pengganti Antar Waktu (PAW). Sementara di Tembawang Panjang, warganya meminta dilakukan pemilihan ulang, jadi untuk sementara di tunjuk Plt di sana,” ucapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Melawi, Nur Ilham mengatakan, sangat tepat bila pelaksanaan Pilkades serentak direncanakan sehabis pelaksanaan Pilgub. Mengingat jika dilaksanakan pelaksanaannya bersamaan dengan pelaksanaan Pilgub atau dilaksanakan masih dalam tahapan Pilgub, bisa-bisa tidak akan terfokuskan.

“Kita beerharap, persiapan pelaksanaan Pilkades serentak ini bisa direncanakan dengan sangat matang. Mengingat waktu pelaksanaannya masih cukup jauh, sehingga masih banyak waktu untuk mempersiapkan dengan matang,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Ilham juga menyamapaikan, agar dalam pelaksanaan Pilkades serentak nantinya DPMPD dan panitia yang dipilih bisa menjaring dan meneliti berkas para calon yang ada. jangan sampai ada calon yang terlibat dalam suatu partai.

“Ini harus diperhatikan dengan teliti dan sebaik mungkin. Karena perangkat desa harus netral dan tidak terlibat dalam partai. Sebab juga akan berpengaruh pada pelaksanaan Pileg 2019 mendatang,” pungkasnya. (Ed/KN)