Hearing Anggota DPRD, Warga Sarankan Dewan Maksimalkan Fungsi Pengawasan

oleh
Kimroni-saat-menanggapi-pertanyaan-kritikan-dan-saran-dari-masyarakat

MELAWI-Untuk mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat, seluruh anggota DPRD Melawi melakukan kegiatan hearing di Daerah Pemilihannya masing-masing. Satu diantaranya adalah Kimroni, seorang Anggota Komisi II DPRD Melawi. Ia melakukan hearingnay di Dusun Kuala Belian desa Paal, beberapa hari lalu.
Pada kesempatan itu, Kaur Pembangunan Desa Paal, Rusli mengatakan, dengan adanya hearing ini apa yang disampaikan masyarakat bisa ditampung dengan baik. “Masyarakat bisa menyampaikan keluhan, harapan maupun kritik dan sarannya kepada anggota dewan tersebut,” ungkapnya.

Perwakilan Pemerintah Desa saat memberikan sambutan dalam hearing Anggota DPRD Melawi, Kimroni

Poada acara Hearing tersebut, sejumlah warga menyampaikan pertanyaan bahkan kritikan dan saran kepada Kimroni. Satu diantaranya adalah Musli. Ia mempertanyakan dan menyampaikan kepada Kimroni terkait, adanya 2 jembatan di Dusun Belian permai yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena tanam penyambung jembatan ambuk.
“Ini menjadi keprihatinan kami. Jalan M. Nawawi Desa Paal Nanga Pinoh tidak bisa dilewati mobil sepenuhnya. Karena ada 2 jembatan di Dusun Belian Permai tidak bisa dilewati karena rusak berat,yang kerusakannya seakan terbiarkan. Karena kondisi itu sudah terjadi hampir satu tahun ini. Bahkan belakangan ini ada warga terjatuh hingga giginya patah di jembatan tersebut,” ungkapnya.
Puluhan masyarakat saat yang menghadiri hearing anggota DPRD Melawi, Kimroni

Lebih lanjut ia mengatakan, jadi apa yang ia sampaikan tersebut memerlukan tindak lanjut dari anggota dewan yang ada di melawi khususnya Dapil Nanga Pinoh. “Kami membutuhkan tindaklanjutnya, jadi jangan sampai apa yang kami sampaikan ditindaklanjuti,” ucapnya.
Selain itu, kata Musli, sejumlah Gang di Dusun Kuala belian ini sudah mengalami kerusakan. Diantaranya Gg Natan. Kondisi kerusakan tersebut sangat memprihatinkan dan masyarakat harus berhati-hati jika melaluinya.
“Sudah beberapa orang yang mengukur, namun tidak ada pembangunannya. Kami juga heran dan bingung apa ini tanggungjawab desa atau anggota dewanatau pemerintah kabupaten. Jadi kasian kami jika terjatuh di jalan itu. Jadi kami sampaikan ini, karena kami membutuhkan pembangunan karena kami juga bingung mau disampaikan ke mana,” ujarnya.
Warga Lainnya, Abdullah, pada kesempatan itu memberikan kritik dan saran kepada anggota dewan yang salah satu fungsinya adalah sebagai pengawas. “Saya minta Dewan melaksanakan fungsi pengawasannya pada pembangunan jalan dan jembatan. Karena kualitas pembangunan sekarang ini sangat tidak bagus dan mudah seki rusak. Belum sampai 5 tahun sudah hancurbahkan sisa jalannyapun tak terlihat,” katanya.

Abdullah berharap dengan pengawasnan yang maksimal oleh Dewan, Bila perlu sekali pembangunan kualitasnya harus mantap, jangan hanya sekedar mengambil keuntungan namun kualitasnya tidak bagus. “Jadi kita minta pengawasan dewan harus dilaksanakan secara maksimal, sehingga anggaran pemerintah tidak habis cuma cuma, hanya memberikan keuntungan ke kontraktor,” paparnya.
Kimroni saat berfoto bersama dengan warga usai melaksanakan Hearingnya di Dusun Kuala Belian Desa Paal

Abdullah juga menyampaikan keluhan terhadap BBM bersubsidi yang jarang ditemuinya lagidi SPBU yang ada di Melawi. “Ia mengatakan Kemudian terkiat BBM. Di Nanga Pinoh ini ada 3 SPBU. Namun ketika jam 9 sampai jam 10 kami mau mengisi sudah habis,” ucapnya.
Menanggapihal tersebut, Anggota DPRD Melawi, Kimroni mengatakan,kegiatan hearing ini dilaksanakan merupakan program DPRD yang merupakan kegiatan dengar pendapat, dimana masyarakat bisa menyampaikan kerinduan, keinginan yang berkaitan dengan pembangunan, serta aspirasi masyarakat lainnya.
“Saya berada di Komisi II, yang mana saya secara pribadi ingin mendengarkan lansung pemikiran masyarakat. Karena kami mitra pemerintah berhak menyampaikan aspirasi masyarakat yang menjadi harapan masyarakat dalam pembangunan pada penyusunan APBD,” ungkapnya.
Kimroni mengatakan, apa yang pak Musli disampaikan adalah masukan bagi dirinya, sesuai kapasitasnya sebagai wakil rakyat. DPRD mempunyai 3 fungsi, pertama penganggaran atau budgeting, dimana pada fungsi tersebutlah pihaknya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk menganggarkannya.
“disiitulah kami punya celah untuk menganggarkan apa yang menjadi aspirasi. Biasanya terkait pembangunan, wajib bagi kami memperjuangkan apa yang diharapkan masyarakat. Masih ada celah untuk masukan program seperti yang diusulkan pak Musli,” ucapnya.
Kemuddian, lanjutnya, Fungsi kedua adalah legislasi. Dimana DPRD membuat Perda dan yang ketiga adalah fungsi pengawasan. “Nah, fungsi pengawasan ini tadi seperti yang diharapkan pak Abdullah itu menjadi masukan bagi kami, agar kedepan lebih baik sebagimana kapasitas kami sebagai dewan dalam pengawasan,” pungkasnya.(ed/KN)