Ketua DPR Ajak Perkuat Kerja Sama Global Berantas Narkoba

oleh
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengikuti upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) secara virtual, Jumat (26/6/2020). Foto : Eot/Man

JAKARTA, KN – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengikuti upacara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN), Jumat (26/6/2020) pagi. Upacara yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin tersebut berlangsung secara virtual. Ketua DPR RI mengikuti upacara peringatan HANI dari halaman rumah dinas di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut Puan, upacara HANI menjadi pengingat bahwa dunia tengah menghadapi persoalan bahaya narkotika. “Bukan di Indonesia saja, tapi banyak negara menghadapi persoalan yang sama,” ujar Puan usai upacara. Selain Wapres dan Ketua DPR RI, sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara dan sejumlah Menteri hadir secara virtual.

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut menyatakan kejahatan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) pada umumnya bersifat lintas negara. “Ini kejahatan trans-nasional. Jalur distribusinya bersifat internasional dan saling terkait pelakunya walaupun berbeda negara,” tutur Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) periode 2014-2019 itu.

Terkait hal itu, dalam peringatan HANI tahun 2020, Puan mengajak semua negara terus memperkuat kerja sama global dalam memberantas narkoba. “Kita jangan pernah lengah melawan narkoba dan jangan pernah memberi ruang bagi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kita harus lindungi generasi muda dan masa depan bangsa Indonesia,” tandas legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Tak hanya itu, narkoba akan berdaya rusak bagi kelangsungan sebuah bangsa. Puan mengungkapkan, sudah sangat jelas dan nyata bahwa narkoba merusak kehidupan manusia, termasuk generasi muda Indonesia. “Bayangkan, generasi muda yang kita harapkan menjadi penerus bangsa, rusak hidupnya karena narkoba. Artinya, jika generasi muda kita rusak karena narkoba, maka rusak pula masa depan bangsa,” pungkasnya. (pun/sf)

Sumber: http://dpr.go.id/