PT. MJP Lupa Janji Terhadap Petani

oleh

SEKADAU, (Kalimantan-News) – Janji manis Perusahaan, ketika merayu warga untuk menyerahkan lahan bahkan berjanji akan mensejahterakan masyarakat sekitar berbagai macam cara. Namun, entah kemana janji itu sekarang,” jauh panggang dari api,” sebab sampai sekarang janji itu harapan belaka.

Inilah yang terjadi pada warga SP II PT. Multi Jaya Perkasa (MJP), setiap hari mereka harus bergelut dengan lumpur ketika mau mengangkut buah sawitnya keluar.

Bahkan, sekarang akses jalan hampir putus. Sedikitpun tidak ada niat Perusahaan untuk melirik kesulitan warga tersebut bahkan, Perusahaan hanya fokus dengan kebun inti saja tanpa memikirkan nasib para petani.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Handi menuturkan, “Kita kwatir prilaku Perusahaan yang tidak perduli dengan kesulitan warga sebagai petani.

” Ini bisa menjadi bom waktu karna, warga atau petani sewaktu- waktu bisa bertindak anarkis saking jengkelnya dengan ulah Perusahaan. Kita tidak ingin kejadian di pulau Sumatera terjadi di Sekadau,” kata Handi Senin (29/1/18).

Kata Handi, Perusahaan sudah lupa dengan janji dan program yang di amanatkan UU yakni mensejahterakan masyarakat sebab, apa yang dirasakan oleh petani betul-betul di luar dugaan.

” Padahal Perusahaan dalam hal ini bisa membantu kesulitan petani yakni, perbaikan jalan mengunakan Coporate Social Responsibility (CSR) namun, hal itu tidak pernah dilakukan,” kata Handi.

Jangankan jalan plasma petani, jalan negara saja hancur akibat angkutan buah menggunakan Truk bermuatan besar seperti Fuso.

Angkutan Tandan Buah Segar (TBS) milik inti, PT. MJP yang memiliki andil kuat terhadap rusaknya ruas jalan Sekadau-Rawak sampai ke Selalong. Karna, Saya melihat PT. MJP yang menggunakan Truk Fuso untuk angkutan TBS mereka yang setiap hari lewat jalan itu,” ucapnya.

Handi meminta agar pihak terkait mesti kontrol dengan kondisi yang seperti ini. Perlakuan semena-mena Perusahaan harus dikontrol dengan cara teguran keras.

” Sudah banyak kejadian yang menyimpang dilakukan oleh Perusanhaan namun, tetap saja diamini oleh pemerintah,” kesal Handi.

Sebagai wakil rakyat, dirinya merasa terpangil untuk membantu masyarkat namun, sebagai lembaga kontroling dirinya hanya bisa menyampaikan hal ini melalui media masa, dengan tujuan agar, Publik tau yang sebenarnya dan dengan harapan ada tindakan nyata dari pihak-pihak yang berkompeten.

Abun Tono, salah satu Anggota DPRD Sekadau yang juga petani PT. MJP, mengaku prihatin dengan kondisi jalan kebun plasma petani.

Perbaikan jalan hanya mengharapkan swadaya petani, Perusahaan dari dulu tidak pernah perduli dengan kondisi jalan,” kata Abun.

Mereka panen sawit kadang buahnya tidak terangkut, tidak jarang karna kondisi jalan yang sangat sulit petani memilih tidak panen.

” Nah, kalau sudah begini kapan sejahteranya petani, setiap bulan harus mengeluarkan uang lebih agar TBS bisa terjual,” kesal Abun.

Saya tahu persis dengan kondisi jalan plasma di MJP. Sejak di talk over dari Gunas Group, kondisi jalan semakin parah, dan Perusahaan tidak pernah membetulkan jalan petani sejak beberapa tahun ini,” kata Abun.

Perbaikan hanya dilakukan sejak panen bagi hasil belasan tahun lalu. Setelah itu, agar bisa panen sampai sekarang petani harus mengeluarkan uang untuk biaya jalan.

” Jadi, uang potongan fee 5 persen itu kemana Perusahaan manfaatkan selama ini,” tanya Abun.

Salah satu petani PT. MJP, Lius katakan kepada wartawan bahwa, setiap bulan petani merasa kesulitan untuk mengangkut TBS mereka.

” Bahkan, ada yang tidak mau panen karna sulitnya jalan sebab, agar TBS bisa terjual kita harus merogoh kantong sendiri demi terjualnya TBS ke pabrik,” ungkap Lius. (AS/KN)