SD Sungai Segak Berubah Status Menjadi SDN 44

oleh

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang konsen dalam dunia pendidikan, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa sekolah swasta di negerikan oleh Pemkab Sintang.

Salah satu contoh Sekolah Dasar Sungai Segak di Desa Bagelang Jaya Kecamatan Ketungau Tengah yang merupakan sekolah swadaya dari masyarakat yang berdiri sejak Tahun 2005, sekarang berubah Status menjadi SD Negeri 44 Sungai Segak, kecamatan Ketungau Tengah sesuai SK Bupati Sintang Tahun 2018.

Penyerahan SK Bupati Sintang SDN 44 Sungai Segak di laksanakan pada hari Selasa, (20/11/2018)diserahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar, yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman di halaman SDN 44 Sungai Segak.

Wakil Bupati Sintang, Askiman, mengatakan dengan di negrikan status SDN 44 Sungai Segak ini pihaknnya merasa bangga karena sekolah ini pembangunannya murni dari swadaya masyarakat.

”saya mohon bapak Kades bersama BPD serta perangkat desa , nanti apabila pencairian dana Pemdes Tahun 2018 , bisa menyumbangkan atap seng , saya ingin melihat bukti keserius para perangkat desa sebelum proses bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sintang” kata Wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar, mengatakan, dengan diresmikan status SDN 44 Sungai Segak di Kecamatan Ketungau Tengah ini, mengajak agar masyarakat bersama perangkat desa untuk mengajukan usulan penganggran bantuan Pemerintah Kabupaten Sintang melalui perencanaan proses musrenbang Desa, Kecamatan hingga musrenbang kabupaten.

Terpisah Anggota DPRD Sintang, Melkianus mengapresiasi pemerintah Daerah Kabupaten Sintang yang telah peduli terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sintang.

“saya sebagai wakil rakyat dari Dapil Ketungau mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sintang yang telah peduli dengan dunia pendidikan, dan ini telah dibuktikan dengan berubahnya status SD Sungai Segak menjadi SDN 44 “.

Melkianus berharap dengan berubahnya status SD Sungai Segak menjadi SDN 44, kiranya masyarakat maupun pemerintahan desa dapat bersama-sama menjaga dan merawat SD tersebut, pinta Melkianus. (EC)