Sulap Tambang Emas Jadi Objek Wisata Perlu Kajian Mendalam

oleh
Eks PETI

SINTANG, KN – Beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai memanfaatkan eks tambang emas menjadi tempat objek wisata. Hal tersebut pun diharapkan juga dapat diterapkan di Kabupaten Sintang.

Keinginan itu pun bukan tanpa alasan, mengingat di Bumi Senentang terdapat hutan-hutan eks tambang emas yang seakan diabaikan begitu saja, padahal kalau dikelola dengan baik, dapat menjadi lokasi yang indah.

Seperti yang diungkapkan beberapa waktu lalu oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Henri Harahap. Ia menginginkan agar kelak hutan-hutan eks tambang emas yang merupakan lingkungan paling rusak itu dapat dihijaukan kembali.

“Itu harapan kita. Bahkan kalau bisa dapat dikelola menjadi kawasan objek wisata,” terangnya.

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Lim Hie Son mengatakan, bahwa untuk menyulap eks tambang emas menjadi lokasi objek wisata, tentu perlu dikaji sedemikian rupa, agar apa yang diinginkan terwujud sesuai harapan.

“Jadi harus dikondisikan juga, apakah wilayah eks tambang emas itu pantas jadi tempat wisata. Karena wisata ini harus dilihat luasnya, pemandangan tempatnya dan lain sebagainya,” ujarnya saat ditemu di Kantor DPRD setempat.

Namun yang pasti, kata Politisi Partai hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, pihaknya mendukung dengan dikelolanya hutan-hutan eks tambang emas tersebut, dengan dijadikan objek wisata atau dihijaukannya kembali, selama itu berdampak positif, baik untuk masyarakat maupun untuk alam.

“Semua itu tergantung pemerintah, bagaiman mengakomodir persoalan tersebut. Yang pasti kita akan mendorong dan mendukung itu. Selama itu untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat di Kabupaten Sintang,” pungkasnya. (*)